Pages

RSS

Welcome to my Blog
Hope you enjoy reading.

Minggu, 27 Februari 2011

AUTOBIOGRAFI


BORN ..
 
Sekitar 188 km dari kota Makassar, tepatnya di Kabupaten Sidrap yang berkedudukan di RS Ibu dan Anak (Sekarang RS Arifin Nu’mang) pada hari Jumat tanggal 1 Juni 1990, pukul 11.45 WITA lahirlah seorang bayi perempuan nan mungil. Bayi dengan berat 3,5 kg dan panjang 65 cm. 

Yeahh.. It’s Me .. The Owner’s Blog.. 




Do you will know my name ?? Hmm .. yeah, kata ibuku, Eka diambil dari tanggal kelahiranku sedangkan Yun dari bulan kelahiran yaitu bulan Juni, Hardianti dari nama anak pertama Pak Soeharto, Mbak Tutut (Sitti Hardianti Rukmana). Kenapa nama Mbak Tutut yang diambil ? karena kata ibu waktu saya lahir, yaitu tahun 1990 adalah zaman Mbak Tutut yang ghe tenar-tenarnya alias yang terkenal. Dan yang terakhir, Hakim, tidak lain, diambil dari nama ayahku. So, completed name is Eka Yun Hardianti Hakim. Saya adalah anak pertama dari pasangan Abdul Hakim dengan Sunarti. Tapi itu di akte kelahiran dari surat-surat lain yang berhubungan dengan saya, karena sebenarnya saya adalah anak kedua. Kakakku meninggal waktu dia lahir (nahh, pasti banyak kan yang beranggapan kalau saya ini anak pertama apalagi dilihat dari nama saya “Eka” yang berarti “satu”..?! ). 
Orang tua saya menikah pada tahun 1988 tepatnya tanggal 7 Juni. Dalam keluarga, saya mempunyai tiga orang adik, dua laki-laki dan satu perempuan. Adik saya yang pertama itu laki-laki, namanya Ibnu Hartomo Hakim. Dia lahir ketika usia saya kira-kira 2 tahun lebih tepatnya pada tanggal 10 Januari 1993. Sekarang dia sedang menuntut ilmu di Institut Teknologi Surabaya. Setelah dia, ada Khaerunnisa Amalia Hakim. Ya dia perempuan dan lahir pada tanggal 13 Juni 1995. Dan adikku yang paling kecil, laki-laki namanya Muhammad Nur Rifki Hakim, lahir pada tanggal 19 Mei 2006. Hmm, beda 11 tahun jaraknya dengan yang sebelumnya sehingga banyak yang kira itu cucu dari ibu dan ayah, hahah.. 

Saya lahir di Sidrap, tapi ketika usia dua minggu, saya sudah melakukan perjalanan ke Ujung Pandang (Makassar saat ini). Ya karena kedua orang tua saya kerja dan tinggal di sini. Waktu itu, orang tua saya masih kontrak rumah di Jl. Rappocini Raya, Ujung Pandang. 



MASA TK

Akhirnya saya merasakan nikmatnya menuntut ilmu secara formal mulai tahun 1995. Saya bersekolah di TK LESTARI. Tiap hari saya ke sekolah diantar oleh orang tua dan barengan dengan adik sepupuku yang umurnya hanya beda tiga bulan dengan saya, Dharni Jufri. Di sekolah, alhamdulillah ibu guru mengatakan saya anak yang pandai (hmm, bukan narsis ya tapi memang ibu guyu kok yang biyang, xixixi). Katanya saya termasuk cepat tanggap dalam menerima. Ya namanya juga anak TK, tiap hari ya kerjanya bermain dan belajar. Saya ingat waktu itu saya paling suka menggambar. Gambar saya selalu menjadi yang terbagus di antara teman-teman. Alhamdulillah .. Waktu istirahat digunakan untuk makan bersama. Sempat satu waktu, mungkin karena buru-buru saya ke sekolah membawa tempat makan yang kosong. Huhu, sedihnya.. Tapi untungnya kebersamaan masa sekolah dulu sangat baik dan ibu gurunya, selain cantik juga baik. Teman yang punya bekal lebih, memberikan saya bekalnya. Alangkah senangnya bisa berbagi waktu itu. Waktu menunjukkan pukul 10.00 WITA, menandakan itu adalah waktu untuk pulang. Pulang sekolah saya tidak dijemput, kedua orang tua saya kerja. Tapi alhamdulillah, saya punya teman pulang. Saya pulang bersama sepupu saya dan juga teman-teman. Kami pulang dengan berjalan kaki sehingga sepulang sekolah biasanya, singgah dulu di rumah teman yang jalurnya saya lewati. Tapi saya tidak ada yang singgah, soalnya rumah saya tidak dilewati oleh mereka (hahha.. sungguh malang nasibmu Eka.. huhu). Ya kurang lebih setahun berlalu, duduk dan berseragam sebagai anak TK, akhirnya ditinggalkan juga. Perpisahannya itu diadakan di taman bermain. Dan ibu guru mengadakan lomba menggambar dan alhamdulillah dapat juara I. Hehe.. Oh iya, saya ingat, pada masa TK itulah, ayah sudah mulai mengajari saya mengaji. Ya namanya anak-anak, keinginan untuk bermainnya lebih besar, jadi setiap mau diajar mengaji, harus dimarahi dulu, heheh..



MASA SD
Selepas TK, saya mendaftar di SD Negeri Kompleks IKIP Ujung Pandang. Saat itu syaratnya, batas usia 6 tahun yang diterima dan alhamdulillah usia saya mencukupi. Meski selisihnya hanya beberapa hari, hehe, yang jelas diterima. Tapi saya pisah ma sepupu karena umur dia tidak cukup, kurang tig bulan, hiks..  Detik-detik memasuki hari pertama sekolah, sekolah menyiapkan pakaian seragam putih merah, tidak ketinggalan topi dan dasinya.

Hari pertama sekolah, saya diantar oleh ibu dengan ayah. Dan saya ditempatkan di kelas 1 B. Hari pertama masuk sekolah, agak takut. Yaa namanya juga mulai dari nol lagi, mulai belajar pada lingkungan yang baru. Tapi so fun.. Terlihat teman-teman baru yang semua pada diantar oleh orang tuanya, ada yang sampai tsayat ditinggal dengan orang tuanya. Ya kalau saya, paling dititip ma ibu guru, wali kelas saya waktu kelas satu bernama Ibu Indrawati. Setelah pelajaran dimulai saya ya ditinggal oleh kedua orang tua saya karena mereka harus bekerja. Nanti sepulang sekolah, barulah ayah kembali menjemput saya.  Kalau mengenai prestasi saya, lumayan bagus waktu sekolah. Alhamdulillah selalu masuk 9 besar. Saya hanya ingat prestasi kelas satu, lumayan, masuk dua besar. Sepulang sekolah, saya tidak punya kegiatan kecuali mengerjakan tugas dari ibu guru. Sehingga saya mulai masuk mngaji di TPA yang tidak jauh dari rumah. Pergantian tahun ajaran, saya ikut tour bersama ayah ke Surabaya-Semarang. Tour itu ayah membawa atlet-atlet silat dalam rangka PON XIV. Selama seminggu mengikuti perjalanan ayah akhirnya balik dan melanjutkan rutinitas. Masuk sekolah dan wali kelas pun berganti.

Hmm, tidak terasa setahun lebih saya mengaji dan saya telah menamatkan Al Quran, kecil dan besar. Prestasi yang cukup bagus menurut saya. Karena saya ingat, waktu saya baru masuk mengaji, teman-teman saya yang sudah Al Qur’an besar belum tamat-tamat. Ya setelah saya mereplay ke masa lalu, ternyata tidak sia-sia, orang tua memarahi saya sampai terkadang paha merah-merah kalau disuruh mengaji dan tidak mau. Tidak percuma air mata kesakitan saat belajar di awal. Alhamdulillah ..

Yaa, back to school ..

Ada beberapa kegiatan sekolah yang masih melekat di memory, antara lain : (1) ketika mengikuti perlombaan senam antar sekolah bareng teman-teman, olahraga Sajojo, yang dilaksanakan di Kantor Dinas, (2) ikut kegiatan kepramukaan dan perkemahan di sekolah, (3) Kegiatan pesantren, di mana hari terakhir, sekolah mengadakan bermalam bersama dan ada acara yang cukup membuat banyak siswa yang menangis, hahha, kalau mengingat kejadian itu, lucu rasanya, (4) ikut berpartisipasi dalam upacara sebagai pembaca doa, dan (5) pemantapan setiap selesai jam sekolah sebagai persiapan mengikuti ujian akhir sekolah. Banyaklah yang terkenang, banyak suka dukanya.

Hingga saat ujian kelulusan tiba. Jantungku berdebar-debar, setiap malam saya senantiasa berdo’a, karena saat itu adalah kali pertamanya saya menghadapi ujian kelulusan.Dan syukurlah, saya dapat melewati ujian tersebut dengan baik dan nilainya pun memuaskan. Tapi saya sedih sekali karena saya harus berpisah dengan teman-teman baikku.


MASA SMP
Lulus SD saya melanjutkan sekolah ke SMP Negeri 3 Makassar.  Saat itu saya diterima dan masuk di kelas 1 B. Di kelas ini, saya dipertemukan kembali dengan teman SD saya, yaitu Sri Pati Yuliana dan Ridha’atullah Wahab. Ya jadi ada teman deh. Nah, bapak dari Sri Pati ini ternyata guru bahasa Indonesia saya dan sekaligus pembina pramuka. Dan akhirnya, saya dan Sri Pati ikut kegiatan kepramukaan yang bernama TOKKE SMP Negeri 3 Makassar. Kegiatan yang paling seru itu adalah kegiatan Persaminya yang diadakan di benteng Somba Opu. Di sana kami bermalam dan yang serunya itu, tenda kami pas dekat kuburan, di mana banyak anjingnya. Jadi pas malamnya, anjing itu masuk ke tenda kami. Seram sekaligus lucu juga. Dan ada satu kegiatan lagi yang tidak saya lupa, yaitu ikut berpartisipasi pada saat upacara, sebagai pembaca janji siswa. Oh iya, ada juga kegiatan belajar di Benteng Rotterdam.

Naik kelas dua, kelas dirolling lagi dan saya waktu itu dapat kelas 2D begitu pun waktu semester dua, kelas dirolling lagi dan akhirnya saya bertahan di kelas ini. Saya sangat senang, dua semester saya memperoleh peringkat dua terus (walau bukan satu tetap bersyukur lho, hmm..). Naik ke kelas 3, lagi-lagi kelas di rolling dan saya ditempatkan di kelas 3B. Dan di sini saya sekelas kembali dengan teman SD saya, Mutia Unru Karsin. Semester 1 hingga selesai, tidak ada rolling lagi. Tak terasa tiga tahun sudah hampir berlalu dan akhirnya detik-detik UN akan segera dilaksanakan. Ada banyak harapan agar bisa lulus dengan nilai dan prestasi yang memuaskan. Dan alhamdulillah lulus sesuai dengan harapan. Detik-detik perpisahan bersama guru dengan teman-teman seangkatan dilaksanakan di Gedung Balai Prajurit M.Yusuf.


MASA SMA

Memasuki tingkatan SMA, saya alhamdulillah berhasil masuk duduk sebagai siswa SMA di SMA Negeri 2 Makassar. Pada saat tes penerimaan siswa baru tiba, saya dengan begitu semangat pergi ke SMA Negeri 2 Makassar dan saya kebagian tes di SMA Negeri 2 juga dan berada di ruang 33. Walaupun soal-soal nya terbilang antara sulit dan tidak sulit, saya mengerjakan soal-soalnya dengan sebaik mungkin dan mencoba memberikan yang terbaik.

Saya merasa sangat senang bisa bersekolah di SMAN 2 Makassar, salah satu sekolah favorit yang ada di Makassar walaupun hanya mendapat peringkat 69. Dan semua ini karena Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Kegiatan Pra-MOS dan MOS adalah kegiatan pertama yang saya jalani di SMA Negeri 2 Makassar.  Hahha, masa ini cukup terekam baik di memory. Saya ingat tugas yang harus dilsayakan saat MOS yaitu mengikat rambut, di mana ikatan rambut itu harus sesuai dengan jumlah tanggal yang jatuh pada saat MOS berlangsung. Dan berhubung saya belum menggunakan jilbab waktu itu, maka saya pun harus mengikuti syarat itu. Dan alhasil.. Karena saya mempunyai rambut yang cukup panjang dan saya pun tidak bisa kalau mengikat semua rambut dengan ikatan lebih dari satu itu, maka ibu membantu saya. Jam 6 pagi, semua peserta MOS harus sudah ada di sekolah. Tapi saya karena kerepotan mengurus rambut yang ribet karena ibu juga tidak terbiasa dengan mengikat rambut sebanyak itu, maka terlambatlah saya. Hmm.. Sesampai di pagar sekolah, saya beserta beberapa teman-teman yang jga terlambat disuruh masuk. Tapi sebelum masuk, harus mengikuti instruksi dari kakak senior sebagai akibat karena keterlambatan saya. Dan taukah kalian ? apa yang saya dapatkan ??  kata kakak senior, “Karena kamu punya rambut panjang, maka kamu harus mempraktekkan gaya yang ada pada iklan Rejoice”. Hmm.. malu bangeet tahuu.. ckck..  ya mau tidak mau, saya harus melsayakannya, hiks.. tentu sambil mengikuti gaya yang ada di iklan Rejoice waktu. Ya hari-hari MOS telah berlalu dan akhirnya dapat pembagian kelas di kelas X-8. Sekolah baru, kelas baru, dan teman baru.. Di sekolah sekarang, banyak organisasi yang berdiri dan alhasil setiap siswa, memasuki organisasi yang diinginkan. Dan organisasi yang saya pilih adalah organisasi yang sudah saya ikuti sejak SD, SMP dan saya ingin melanjutkan di SMA yaitu organisasi kepramukaan. Ya saya masuk organisasi SEHATI (Sekawan Harapan Tanah Air Indonesia), nama organisasi kepramukaan di SMA Negeri 2 Makassar. Hmm, saya kira masuk organisasi di SMA sama dengan waktu SD dan SMP, ternyata jauh berbeda. Di SMA ada yang namanya pendiksaran. Wahh, ini adalah pengalaman yan mungkin tidak akan pernah terlupakan (yaa maaf, di sini saya tidak bisa menceritakannya, panjang dan rahasia, hehe).

Naik kelas dua, kelas di rolling dan penentuan apa menjurus ke IPA atau IPS. Dan alhamdulillah saya ditempatkan di kelas IPA 5. Banyak kenangan pada masa-masa SMA, teman-teman yang baik dan lucu serta guru-guru yang menyenangkan.Saya juga pernah ikut organisasi akademik STABIL (Siswa Terampil Biologi). Awalnya saya tidak tahu tapi karena instruksi dari guru Biologi saya disuruh untuk mencoba ikut tesnya. Berhubung saya memang senang dengan pelajaran Biologi waktu SMA, jadi saya coba mengikuti tes dan ternyata lulus. Padahal harapannya tidak lulus karena itu bukan kemauan awal dari saya. Berhubung saya lulus, jadi saya tetap mengikuti kegiatan STABIL. Hahha..

Masuk tahun ketiga, tanpa terasa sudah harus mempersiapkan diri untuk UN dan UAS, saya pun ikut bimbingan di sekolah dan di luar sekolah. Di sekolah, saya mengikuti bimbingan yaitu pemantapan yang dilaksanakan sekolah buat siswa kelas 3 yang akan segera mengikuti UN dan UAS. Dan sepulang dari pemantapan, saya pun melanjutkan kegiatan bimbingan di luar. Saya ikut bimbingan di Ganesha Operation.
Ya tidak terasa hampir tiga tahun berpakaian putih abu-abu, siap-siap meninggalkan sekolah, berpisah dengan teman-teman dan guru-guru. Menjelang UN hingga pengumuman hasil UN, harap-harap cemas menjangkiti warga sekolah. Bagaimana tidak, ini adalah penentuan kelulusan setelah menimba ilmu selama tiga tahun. Bagaimana saya tidak cemas, sebelum UN, saya sudah dinyatakan lulus di PTN terkemuka tempat saya mendaftar, nah kalau tidak lulus bagaimana, ribet kan. Tapi alhamdulillah semua usaha tidak sia-sia, pas pengumuman, saya dinyatakan LULUS. Ya meskipun ada sedikit haru karena ada beberapa teman di angkatan saya yang tidak lulus. 


           .. dan SELAMAT DATANG DUNIA KAMPUS ..  
                Selamat Datang di Universitas Kehidupan








1 komentar:

Posting Komentar